1978 Kos Hadirkan "Duniaku," Warnai Geliat Musik Pop Surakarta
Umumnya, momen perpisahan sering meninggalkan perasaan sedih, nelangsa, dan kecewa yang berkepanjangan. Apapun proses yang melatarbelakangi, perpisahan adalah sebuah mimpi buruk yang sulit dihindari dalam tiap laku perjalanan. Banyak cara ditempuh untuk menyiasati agar sebuah kesedihan tidak terus berlarut dan meninggalkan luka yang dalam. Realita tersebutlah yang coba dirangkum oleh unit electronic-pop asal Surakarta, bernama 1978 Kos.
1978 Kos terbentuk dari sebuah kamar kos pada tahun 2025. Diinisiasi oleh Moh Alief Bahauddin (Produser/Komposer) bersama dua vokalis berakarakter kuat yaitu Catharina Virnanda Pangesti dan Ramadhan Titis. Mereka bertiga mengubah ruang kos yang awalnya sekedar tempat singgah menjadi sebuah ruang eksplorasi musik yang berhasil melahirkan karya-karya baru. Terbukti dengan debut mereka dalam "Blushed" dan disambung oleh perlisian "Duniaku" pada bulan Januari 2026.
Berbeda dengan "Blushed" yang membawakan kisah tentang jatuh cinta, "Duniaku" mengantarkan pendengar untuk menyelami bab tentang perpisahan. Alih-alih menjadi sebuah melankoli tentang perpisahan, "Duniaku" menawarkan sebuah sikap untuk beranjak ke depan menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi. Lagu ini berangkat dari pemikiran bahwa fase move on tidak melulu soal air mata atau rasa kehilangan. Justru, momen melepaskan seringkali membuka pintu kebahagiaan baru yang tidak pernah disadari sebelumnya.
Dikemas dengan balutan aransemen electronic-pop khas 1978 Kos, "Duniaku" menyajikan beat yang catchy dan atmosfer yang uplifting. Melalui komposisi synthesizer yang manis dan lirik yang jujur, 1978 Kos berharap musiknya mampu menjadi teman bagi siapa saja yang sedang berproses menemukan kembali dunianya sendiri. Dengan mengudaranya single ini, mereka turut ambil bagian dalam geliat perkembangan musik terutama musik pop di Surakarta dan menambah warna baru di awal tahun 2026 ini.
Saat ini, "Duniaku" sudah dapat didengarkan di berbagai layanan digital streaming platform (Spotify, Apple Music, dan lain-lain).