Warta / Warta Surakarta

Warna Beragam di Lokananta Studio Gigs Spesial Penjurian Bintang Muda Lokananta Vol.2

By Eden Pratama 30 Jan 2026
Warna Beragam di Lokananta Studio Gigs Spesial Penjurian Bintang Muda Lokananta Vol.2
Lokananta Studio Gigs Spesial Penjurian Bintang Muda Lokananta Vol.2 (17/01) diwarnai dengan beragam musik dari empat musisi yang tampil.

Bintang Muda Lokananta kembali hadir lewat kolaborasi Lokananta Records, PT Danareksa (Persero) (Danareksa), dan PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA). Bintang Muda Lokananta Vol. 2 adalah program pencarian bakat musik nasional untuk membuka ruang bagi musisi di Indonesia menunjukkan karyanya.  Program ini menjadi wujud nyata kontribusi Danareksa dan PPA dalam mendukung regenerasi ekosistem musik Indonesia dengan melahirkan talenta baru. Setelah resmi mengumumkan 12 peserta terpilih dari 256 pendaftar, selanjutnya peserta akan tampil di Lokananta Studio Gigs.

Para peserta berasal dari berbagai kota dengan latar dan warna musik yang beragam, mulai dari pop, metal, hingga eksperimental. 12 peserta ini adalah Alceena Inside (Yogyakarta), Tuan Sendiri (Bandung), Mesin Waktu (Sidoarjo), Barmy Blokes (Surakarta), Pajamas Boy (Sragen), Gardenia (Banjarnegara), Beverlyline (Semarang), Deem (Jakarta), Drewgon (Maluku Utara), Tardigrada (Palu), Tama Yuri (Singkawang), We’re All Gonna Make It (Yogyakarta).

Pada Lokananta Studio Gigs Spesial Penjurian Bintang Muda Lokananta Vol.2 yang pertama, peserta yang tampil adalah Alceena Inside (Yogyakarta), Tuan Sendiri (Bandung), Mesin Waktu (Sidoarjo), dan Barmy Blokes (Surakarta). Mereka semu tampil di hadapan ketiga dewan juri BML Vol. 2, yaitu: Alby Moreno (Vokal/Gitar MCPR Band), Iksan Skuter (Solois), Yacko (Rapper) berdasarkan berbagai aspek, yaitu Musikalitas; Originalitas dan Kreativitas; Penampilan Panggung; serta Komunikasi dan Pesan karya.

Menurut Alby Moreno, Juri Bintang Muda Lokananta Vol. 2, “Saya rasa sudah saatnya Lokananta mengembalikan marwahnya sebagai salah satu ekosistem musik dengan berbagai bentuk IP yang masih linier, relevan dengan industri dan musik.”


“Salah satu jalannya mungkin melalui BML. Namun BML bukan semata soal musisi yang terlibat di dalamnya. Ini adalah bagian dari proses panjang dalam menjaga keberlangsungan ekosistem musik yang harus berkelanjutan dan signifikan dengan zaman.” papar Alby.

Loading
LOADING